PORTAL PPID

Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma Surabaya

PPID Utama

PUBLIC HEARING DAN PUBLIC AWARENESS: “DITENGAH MEREBAKNYA PENYAKIT RABIES DAN ANTHRAKS”, INI HAK MASYARAKAT UNTUK TAHU.




Surabaya - Guna lebih memperkenalkan Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma yang lebih dikenal dengan BLU Pusvetma dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan dampak dari penyakit zoonosis, BBVF Pusvetma telah menggelar Public Hearing dan Public Awareness "Ditengah Merebaknya Penyakit Rabies dan Anthraks” pada 26 September 2023. Bertempat di ruang Waworoentoe  Pusvetma, acara dikemas dalam dua sesi yaitu sesi Public Hearing KIE sebagai Wujud Pelayanan Public yang Efektif dan sesi Public Awareness di Tengah Merebaknya Penyakit Rabies dan Anthraks.

Munculnya kasus baru gigitan HPR dan kasus penyakit Anthraks pada manusia membutuhkan perhatian dan tindak lanjut bersama dalam pengendalian dan penanggulangannya, diantaranya dengan vaksinasi, kolaborasi lintas sektoral, dukungan regulasi dan anggaran, pengaturan lalu lintas hewan/ternak, dan tidak kalah penting adalah KIE.

Sebagai penyampai narasumber pertama, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Syamsul Ma’arif, M.Si. menuturkan “Masyarakat perlu diberi pengetahuan/pendidikan sejak usia dini  mengenai penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia (zoonosis)”.

Kepala BLU Pusvetma drh. Edy Budi Sosila, M.Si., sebagai penyelenggara kegiatan menyampaikan “Acara ini juga bertujuan untuk mendorong kolaborasi lintas sektoral dalam upaya pemberantasan penyakit zoonosis. Pusvetma sebagai produsen vaksin Antraks, Anthravet, dan vaksin Rabies, Neo Rabivet, siap mendukung progcegahan, penendalian dan pemberantasan penyakit tersebut”.

Berkaitan dengan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) sebagai wujud pelayanan publik yang efektif dengan 3 narasumber yaitu Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr, Ph.D; Dewan Pengawas BLU Pusvetma dari Unsur Kementerian Keuangan,Asri Isbandiyah Hadi, SE., Ak. dan Kepala Keasistenan Pemeriksaan Ombudsman RI Jawa Timur, Triyoga Muhtar Habibi.

“Sebagai penyelenggara layanan, kita harus menyampaikan informasi semasif mungkin karena masyarakat berhak mengetahui informasi tersebut dari kita. “Perlu kita gaungkan ke masyarakat bahwa Pusvetma sebagai UPT pada Direktorat Jenderal PKH telah melakukan respon cepat dalam identifikasi virus Penyakit Mulut dan Kuku di lapangan. BLU Pusvetma turut serta dalam memberikan informasi serta merta terkait kondisi PMK yang dapat diakses langsung boleh masyarakat luas” ujar Kuntoro Boga.

Asri Isbandiyah Hadi menyampaikan menyampaikan adanya tarif layanan dari Pusvetma sebagai BLU yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan dengan memperhatikan 4 aspek yaitu kontinuitas dan pengembangan layanan, daya beli masyarakat, keadilan dan kepatutan dan kompetisi yang sehat.

Antusiasme peserta sangat terlihat baik peserta yang hadir secara online maupun hadir offline. Diharapkandengan terselenggaranya kegiatan ini masyarakat semakin memahami pengetahuan dan peduli terhadap pentingnya Tindakan preventif terhadap penyakit zoonosis khususnya penyakit Rabies dan Anthraks.(dev) 

Logo

PPID

Kementerian Pertanian
Republik Indonesia

Alamat:

Sekretariat PPID
Jl. Ahmad Yani No.68 - 70 Surabaya 60231, Jawa Timur, Indonesia

Hubungi:

HP & WA: 081231008755
Email: [email protected]

Peta Lokasi

Gedung Kementerian Pertanian, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

www.pertanian.go.id

ppidutama

ppidkementan

ppidkementan

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset